Sabtu, 03 November 2012

Guna Sejarah


Sejarah Dan Kegunaannya

Sejarah adalah pengalaman-pengalaman yang terjadi pada masa lampau dalam suatu masyarakat. Kemudian pengalaman-pengalaman tersebut dipelajari agar memperoleh manfaat dan arti penting bagi kehidupan sekarang dan yang akan datang. Dengan belajar sejarah maka orang akan mengetahui prestasi-prestasi yang pernah dicapai oleh generasi pendahulunya, kebudayaan bangsanya sendiri serta kebudayaan bangsa lain. Dengan belajar sejarah maka orang akan memperoleh nilai-nilai positif yang perlu diteruskan dan dikembangkan, sedangkan nilai-nilai negatif ditinggalkan.

a.      Kegunaan sejarah secara intrinsik
Menurut Sartono Kartodirjo sejarah mempunyai kegunaan genetis dan kegunaan didaktik. Pada kegunaan genetis maka nilai-nilai luhur yang terdapat didalam setiap peristiwa masa lampau perlu diwariskan secara turun temurun agar dapat membentuk watak manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia. Sedangkan pada kegunaan didaktik atau pendidikan nilai-nilai luhur yang terdapat pada peristiwa masa lampau perlu diwariskan pada generasi muda agar dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Dengan demikian maka sejarah secara intrinsik memiliki kegunaan edukatif atau pendidikan dan kegunaan intruktif atau memberikan pelajaran.

1.     Kegunaan Edukatif ( Meberikan Pendidikan )
Banyak manusia yang belajar dari sejarah atau pengalaman, baik yang dilakukan sendiri, oleh orang lain atau oleh generasi sebelumnya. Maka kita sering mendengar ungkapan “ Belajarlah dari sejarah “ atau “ Sejarah mengajarkan kepada kita “.Menurut C.P. Hill fungsi sejarah bagi peserta didik adalah untuk :
a.    memuaskan rasa ingin tahu tentang orang lain, para pahlawan, dan membangkitkan kekaguman tentang kehidupan manusia pada masa lampau.
b.   mewariskan kebudayaan umat manusia kepada para siswa.
c.    membantu mengembangkan rasa cinta tanah air dikalangan siswa.

Melalui sejarah manusia dapat mengembangkan potensi dirinya dengan cara meniru pengalaman-pengalaman yang baik serta membuang pengalaman yang tidak baik dari generasi sebelumnya. Pengalaman yang baik contohnya adalah ditemukkannya mesin uap oleh James Watt, dapat mengembangkan kemampuan melalui bidang teknologi.

2.     Kegunaan Instruktif ( Memberikan Pelajaran )
Sejarah dapat memberikan pengetahuan dan ilmu kepada siswa atau kepada siapa saja para peminat sejarah. Sejarah adalah ilmu terbuka baik dari sudut teori maupun metodologi. Di mana ilmu sejarah berupaya menjelaskan dan membantu manusia memahami berbagai hal atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia dimasa lalu.
Dengan mengetahui masa lampau, maka dapat membantu setiap orang dalam menentukan sikap untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Sehingga orang akan melestarikan masa lalu, prestasi-prestasi yang pernah dicapai oleh generasi sebelumnya. Kemudian diwariskan kembali kepada generasi penerusnya dengan cara memberikan pengetahuan sejarah. Dengan mengetahui masa lampau maka dapat diambil nilai-nilai, norma-norma untuk pendidikan moral, penalaran yang bijakana, perubahan, keindahan dan budi pekerti luhur.

3.  Guna Inspiratif (memberi inspirasi)
Guna Inspiratif artinya kejadian dan peristiwa yang terjadi pada masa lalu dapat memberikan ilham, ide-ide atau inspirasi bagi manusia pada masa sekarang. Contoh: kebesaran kerajaan-kerajaan pada masa lalu di Nusantara memberikan ilham kepada para pendiri bangsa untuk membangun kembali kebesaran masa lampau tersebut.

4.  Guna Rekreatif (memberi kesenangan)
Sejarah merupakan suatu kreasi seni, sehingga dapat menghadirkan kesenangan batin. Contoh : kita berkunjung ke Candi Borobudur, dengan berkunjung kesana kita bisa membayangkan pembangunan pada masa itu. Dimulai dari jumlah pekerjanya, arsiteknya, lama pembangunan dan tujuannya dan sebagainya sehingga dalam hati dan pikiran kita akan menembus dimensi waktu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar